Sunday, January 1, 2012

Whip It! Part 4

“hey” sapa remaja itu, lalu mengedipkan matanya
“halo” balasku lalu tersenyum
“aku Jason, kau siapa namanya?” tanyanya lalu mengulurkan tangannya
“Sherline, nice to meet you” balasku lalu menjabat tangannya
“Hai, Jason, Aku Jacob. Apa yang sedang kau lakukan disini? Ini private property” kata Jacob memberi tahu
“well, Jacob, aku kesini untuk menjemput Sherline, soo, ayo Sher. Let’s go now already” ajak Jason sambil menawarkan bantuan, aku pun menjawab uluran tangan itu lalu berdiri.
“wait, siapa pun kau Jason, aku harus berbicara sebentar kepada Sher” kata Randall lalu menarik ku menjauh dari semua orang “Sher, kau akan pergi bersama seorang stranger, kau tidak tahu siapa dia, aku tidak mau kau kenapakenapa, jadi maaf kan aku bila aku terlalu overprotective” kata randal pelan dikuping ku
“Randall, I’m gonna be just fine... kamu tidak usah khawatir” kataku kaku mencium pipinya dan berjalan menjauh
“tunggu” kata Randall sambil menarik ku dan memeluk ku erat “hatihati ya, orang tua mu lagi jauh soalnya” lanjutnya
“come on, rand. I’m 18, im just gonna be fine..” jawab ku
“okay, i believe you” kata Randall ”go! Have fun” lanjutnya

Kami berdua pun keluar, Randall kembali ke kursinya dan aku berjalan ke arah Jason
“ready?” tanya Jason, aku mengangguk “okay than, let’s go” lanjut Jason
Aku pun berpamitan kepada semua yang hadir dalam makan malam bersama ini, termasuk Jacob dan Randall. Setelah selesai, kami pun keluar ruangan menuju pintu utama. Di depan pintu utama telah berdiri 2 orang pria besar tadi, tetapi sekarang mereka melepas kacamata hitam mereka, dan mereka ternyata ramah, mereka tersenyum dan menyapa ku
“halo, kau pasti Sherline” kata salah satu si pria besar
“iya, betul, haha” jawabku
“ Sher, kenalkan ini 2 bodyguard ku. Ini Jack dan yang ini Roger. Jack, Roger, seperti yang kalian tahu, ini sherline” jelas Jason
“senang berkenalan dengan mu“ kata pria yang satunya
Jason pun mengisyaratkan para bodyguardnya untuk pergi.
“Jason, kau ini siapa? Apakah kita saling kenal?” tanya ku bingung
“kita bertemu didepan walmart” jawab Jason
“than what?” tanya ku “kalau kita sudah pernah bertemu mengapa kita tak saling kenal?” lanjutku
“karena kita tidak kenalan, kita berpapasan dan tidak sengaja aku menjegal mu dan menumpahkan morning coffee mu, aku meminta maaf dan membelikanmu coffee yang baru” jelas Jason
“tetap tidak ingat, wait, tunggu, coffee? aku ingat. Bagaimana kau menemukanku? Aku tidak memberikanmu nama atau contact number” jawab ku
“face-recognition” jawabnya
“hah? Buat apa? Sampai segitunya, nge-fans? Haha” jawabku meledek
“bukan nge-fans., aku merasa pernah melihat mu from somewhere” kata Jason “apakah kau pernah main film?” lanjutnya
“ya, sekali, ‘Rise Above’ dan aku hanya pemain figuran” jawab ku
“filmnya yang ada adegan di depan royal dinner dan tentang hari kiamat bukan?” tanya Jason memastikan
“ya” jawabku
“aku mengingat mu. Ayo, mari pergi” ajak Jason
“kemana?” tanyaku
“terserah, Mall?” tanya Jason
“okay, Mall” jawab ku
“berangkat sekarang?” tanya Jason
“tentu” jawabku

Kami pun berjalan kearah mobil Jason, begitu ku lihat mobilnya, otakku lansung berkata “wow, mengapa cowo ganteng mobilnya selalu kerenkeren”
“ferrari type apa?” tanya ku “ini punya mu atau nyewa? haha” lanjutku bercanda
“456 italia” jawab Jason “punyaku lah... masa sih aku nyewa-_-” jawabnya
“wow, kok keren?” kataku polos
 “lah? Jason yang punya keren dong, ayo masuk” kata Jason sambil membukakan pintu untuk ku, aku masuk lalu ia menutup pintunya. Jason pum masuk melalui pintu satunya. Setelah semua siap, jason pun tancap gas dan mobil meraung sambil berjalan cepat
“umm, Jason, mana bodyguard mu?” tanya ku
“pulang, aku menyuruhnya” jawab Jason
“do you mind? Kau umur berapa?” tanya ku
“not at all, aku 20 tahun” jawab Jason “kamu?” tanyanya
“18 tahun” jawabku santai
“masih kecil” ejek Jason
“sialan!” kataku dan memukulnya, Jason tertawa

Setelah 30 menit berlalu, akhirnya kami sampai di mall terbesar di Los Angeles ‘The Beverly Center’ kami mengambil karcis dan langsung menuju basement untuk mencari parkir. Dengan cepat kami mendapatkan space parking.
“ayo turun. Kok bengong?” kata Jason
“gak mau ah, malu, bajunya jelek” jawabku
“yahh, ya udah tunggu, akan kubelikan baju dan sebagainya, okay?” kata Jason
“gak usah deh, aku turun kaya gini aja” kataku lagi
“ya udah akunya juga jadi malu jalan sama orang yang terlihat tidak pede dan terlihat malu” jawab Jason
“ya sudah sana beli” kata ku

Jason menutup pintu dan mulai berlari masuk kedalam. 10 menit, jason belum kembali, 15 menit, 20 menit, dan akhirnya 30 menit jason kembali bersama seorang pegawai toko. Jason membawa 4 paperbag besar dari gucci dan prada, sementara si pegawai membawa 2 paperbag guess, jason membuka putu dan memasukan barang belanjaan ke kursi belakang lalu duduk di kursi pengemudi.

Whip It! Part 3

Sahabatku turun terlebih dahulu dan aku mengikuti dibelakangnya. Ternyata tujuan sahabatku baik, ia menajak ku untuk belajar bersama, dan untuk balasannya aku akan membawanya ke club dan memperkenalkannya kepada Jacob dan kawan-kawanya. Hari ini berasa sangat tidak normal, waktu menjelang sore terasa berjalan sangat lama. Sambil menunggu hari menjadi sore, kami berbincang-bincang mengenai berita dan pengalaman yang terlewat sejak aku pindah kesini. Ternyata banyak sekali perubahan yang terlewatkan, salah satunya, banyak teman lama yang berpisah saat lulus SMP, ada yang pindah keluar kota, luar negri, dan ada juga yang tetap tinggal. Menurut sahabatku sejak kepindahanku, sahabatku merasa kurang lengkap, lalu dalam hati kuberkata “well, if he still can make it. It means there’s nothing wrong with it”.
“it’s been 2 years. I miss you” kata sahabat ku tibatiba
“hahah, iya tak terasa” jawab ku lalu tersenyum “oh ya, hey, nanti Aku akan mengajak mu bertemu dengan temanteman baru ku” lanjutku dan ia mengangguk
Hari menjelang sore, kami pun kembali ke kamar masingmasing untuk bersiapsiap pergi ke club. Kami berdua sangat bersemangat untuk pergi. 1 jam tak terasa telah berlalu, kami pun segera berangkat, karena sangat dekat kami pun berjalan kaki. Selama diperjalanan kami bercanda ria, lomba lari, dll. Dan BOOM!! Deja vu, sahabat ku bereaksi sama dengan ku kemarin ketika melihat rumah besar itu. Sahabat ku tak sabar untuk berkenalan dengan anggota club. Kami pun segera membuka pintu besar itu dan memasukinya lalu berjalan kearah tangga, Jacob sudah siap untuk menyambutku, tetapi ketika melihat ada seseorang disebelahku mukanya langsung berubah menjadi datar
”umm, kau membawa tamu. Siapa dia?” kata Jacob sinis
“oh ya, ini sahabatku. Randall, Jacob, Jacob Randall” kata ku
“hai, Randall, Randall Pitterson” sapa Randall sambil mengulurkan tangan
“jacob” jawab jacob lalu pergi
“ada apa dengannya?” tanya Randall bingung
“he didn’t like boy newbie” jawab ku “tenang saja, pertamanya saja dia sinis, dia baik kok” bujuk ku
“okay, aku pegang omonganmu” kata Randall
“ayo sini, aku kenalkan ke anggota club” ajak ku

Kami pun berkeliling berkenalan dengan semua anggota yang hadir. Di saat akhir perkenalan kami bertemu dengan Jacob lagi.
“Randall bukan?” tanya Jacob
“ya, kamu jacob” jawab Randall sambil tersenyum
“mau ku ajak tour? Oh, Sher, kau tak perlu ikut kalau tak mau” kata Jacob
“boleh” jawab Randall, aku pun mengangguk
“have fun” kata ku kepada Randall dan Jacob

1½ telah berlalu, Randall dan Jacob telah kembali dan mereka duduk tak jauh dari tempat ku sekarang, mereka sudah terlihat sangat akrab. Aku aku pun mengalihkan perhatian ku ke minuman yang ku pesan, tiba-tiba ada yang menutup mataku,
“hei!” kataku sambil membuka menarik tangan si penutup mataku
“hahaha, just kidding” kata Randall
“Randall!!” kataku sedikit menggeram
“hey, Sher, ayo kita keruang makan, saatnya makan malam” ajak Jacob
“ayo!” kata Randall. Aku pun berdiri dan Randall merangkul ku
Kami berjalan turun tangga dan menuju ke sebuah ruangan besar dengan meja makan dan kursi-kursi, ruangan ini sudah sedikit ramai. Dari ujung pintu aku sudah bisa mencium bau makanan yang sangat lezat, dan sudah dipastikan ini adalah ruang makan.
“ayo, silahkan duduk” ajak Randall
“silahkan” kata randall sambil menarik kursi untuk ku, lalu ia duduk disebelah kiriku
“Jacob, kau duduk mana?” tanya ku
“disini” katanya lalu duduk di sebelah kiriku
“umm, Jacob, apakah malam ini ada acara special?” tanya ku pada Jacob
“aku belum meberitahumu ya?” tanyanya, aku menggeleng “hari ini, salah satu anggota kami, Lady akan berulangtahun ke 16” jawab Jacob

Tak lama setelah penjelasan itu ada seorang gadis berbadan lancir masuk ke ruang makan, semua kursi sudah diduduki dan tersisa satu kursi di ujung meja, gadis itu pun berjalan kearahnya
“hey, Jacob, apakah itu Lady?” tanyaku
“ya, betul” jawab nya
“dia cantik” bisiku kepada Randall
Makanan pembuka langsung datang dan disajikan ketika semua kursi telah diduduki, para staf dapur satu-persatu menuangkan minuman di gelasgelas kami, setelah selesai menyajikan para staf dapur kembali ke pantry. Jacob pun berdiri dan memimpin doa, selesai berdoa, kami semua lahap memakan makanan pembuka kami. 15 menit berlalu, staf dapur keluar lagi, membersihkan meja, mengangkat piring dan gelas kotor kami dan digantikan dengan piring berisi makanan utama dan gelas dan botol air mineral. Setelah 30 menit dihabiskan untuk makan makanan utama, 3 orang staf dapur keluar mengangkat piring-piring kotor kami dan segera kembali ke pantry, setelah 3 orang itu masuk keluarlah semua staf dapur dalam bentuk formasi sambil membawa cake tart besar dan menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’. Cake itu diletakan tepat didepan Lady, Jacob pun berjalan kearah Lady untuk membantunya memotong cake besar itu. Setelah cake dipotong slice per slice, cake itu dibagikan kepada semua yang hadir.
“hey, rand, sadar gak mukanya Jacob sama Lady nadanadanya sama” kata ku polos
“Lady itu adeknya Jacob, Sher” jawab Randall memberi tahu
“ohh, baru tau aku” jawab ku lebih polos

Tibatiba, pintu ruang makan dibuka dengan cepat sampai menabrak ke dinding sangat kencang, dan suara itu membuat satu ruangan terdiam menatap kearah pintu, orang itu benarbenar tahu cara mendapatkan perhatian. Di pintu itu berdiri 2 orang pria besar berpakaian hitamhitam, kacamata hitam, dan walkie-talkie terpasang di kuping kiri mereka, ditengah tengah ada seorang remaja pria berpostur tubuh perfectly shape, tidak terlalu besar dan tidak terlalu berotot. Pria itu berjalan masuk keruang makan dengan pelan mendekatiku, tanpa disadari 2 orang pria besar itu telah hilang, pergi entah kemana.

Whip It! part 2

            "Eh, iya ada apa?" tanya ku "eit, tunggu, kalau di tebak, kau pasti mau mengingatkanku untuk datang kembali besok dan pastinya meminta nomerku bukan?” lanjut ku. Jacob hanya diam “Jake... heloo” panggilku sambil menjentikan jari “hei!! Jangan bikin takut orang...” panggilku lagi lalu menampar pipinya
“oh yaa, maaf.. iya.. hehe, kok tau? Boleh ku minta?” jawabnya
“biasa.. standar cowo..” kataku lalu tertawa kecil “tentu. 4931614. Oh ya, kalau bisa jangan menelpon atau SMS diatas jam 11 yaa..” kata ku

Akhirnya jacob dan aku berpisah, Jacob mengantarku kepintu utama. setelah kami berpisah aku berlari dan baru menydari bahwa rumah besar itu hanya berjarak 2 blok dari rumah ku. pada saat aku memasuki rumah, aku terkejut, ada seseorang yang tidur di sofa ruang tamu ku, dengan cepat ku datangi orang itu dan membangunkannya. ternyata itu sahabat lamaku. rasa panik ku yang tadi mendadak tinggi sekarang mulai menurun,  
"hai sedang apa disini kamu?" tanya ku kepadanya
“ahh, haa!” jawabnya lalu melompat bak seorang ninja
“heh... “ kata ku “ngapain kamu disini?” lanjutku
“ohh, ehh, umm. Maaf.. ehh, sudah pulang? Dari mana? Dicariin dari tadi tidak ada, ditungguin tidak datang-datang jadi ketiduran deh” katanya
“hey.. jawab duluu. Ngapain kamu disini?” desakku “eit, tunggu! Kamu masuk lewat mana?” lanjutku
“ehh, ngapain yaa? Aku kangen ehehe. Aku masuk dari belakang, tadi gak dikunci, maaf” jawabnya
“ihhh, dari jam berapa? Gak pulang emangnya? Udah malem lohh” kata ku
“ehh, jambrapa yaaa? Kira-kira jam 4an. Engga ahh, aku mau nginep disini... boleh ga?” tanyanya
“hahah salah sendiri kenapa main dateng aja gak bilang atau telpon dulu” kata ku “bolehboleh, tuh kamarnya diatas deket tangga” lanjutku sambil nunjuk kamar tamu
“yeayy!! Thanks” jawabnya bahagia lalu berjalan kebelakang sofa mengambil kopernya dan berlari ke kamar tamu
“dork!” kataku pelan lalu berjalan dibelakangnya

Pagi hari pun datang, aku mendengar ada sebuah kebisingan di kamar sebelah yang berarti kamar tamu, dengan sangat malas aku membuka mataku dan berjalan menuju kamar itu. Pintunya terbuka, dan sesuatu mencuat keluar kamar. ketika ku sampai di depan pintu mataku yang masih lemas terbelak kaget, sahabatku TIDUR DILANTAI dan... kamar ini super berantakan, bantal dan guling berjatuhan di lantai, seprai terbuka, TV dinyalakan tanpa suara dan lain sebagainya “hell, ini anak ngapain? Kesurupan kalii... tidurnya kaya orang bergulat-_-” kata ku dalam hati lalu menutup pintunya. Mood tidurku hilang karena suasana kamar itu, aku pun turun tangga dan menuju dapur lalu meminum susu lansung dari kartonnya sambil duduk di counter tengah dapur.

Hari ini hari ku sangat kosong, schedule ku hanya pergi kerumah Jacob jam 3 nanti sore di rumah besar kemarin. Lalu aku pun berpikir, mungkin aku bisa membawa sahabat gila ku ini jalan-jalan, nanti sehabis jalan-jalan dia akan ku bawa ke rumah besar kemarin dan memperkenalkannya ke jacob dan anggota club lainnya. konsentrasi ku tibatiba terbuyar ketika bel pintu rumah ku berbunyi, sesegera mungkin aku berlari kedepan dan mengintip siapa yang datang dari lubang intip, ternyata itu guru matematika ku dan ia membawa tas pelajaran, setelah yakin aku pun langsung membuka pintunya dan mempersilahkanya masuk
“umm, Ms. Tahnee, ada apa? Hari ini kan libur, kalaupun ada tambahan, tidak ada pelajaran matematika” kata ku
“tadi temanmu menelpon katanya minta pelajaran tambahan, dia mau menanyakan sesuatu” jawabnya
“teman saya? Kapan? Maaf kalau dia mengganggu hari libur anda” kataku meminta maaf “bentar ya, saya panggilkan dia” lanjutku
“tak apa, sudah biasa saya ada siswa yang tibatiba menelpon” jawabnya lembut

Aku pun berlari menaiki tangga dan segera membuka pintu kamarnya. Rencananya ingin membangunkannya, tetapi malah melihatnya tanpa pakaian, untung saja hanya sebagian bagian belakangnya saja
“haaa!! Kenapa kau tidak pakai bajuu?” kataku panik sambil menbanting pintu
“aku abis mandii... baru aja keluar, tibatiba kamu buka pintunyaa” jawabnya ikut panik “ada apaa?” lanjutnya
“guru ku sudah datang tuh” kataku sedikit ditenangkan nadanya
“ohh, okayy. Kita turun bareng yaa, tungguin aku” katanya
Tak lama kemudian ia keluar dengan kaos dan celana ¾ khaki sambil membawa kertaskertas dan alat tulis.
“hei, apa saja yang tadi kau lihat?” katanya pelan sambil menarik lengan kanan ku
“your caboose” jawabku berbisik
“okay mari turun” jawabnya lalu tersenyum, dan aku memampangan wajah bingung