Sunday, January 1, 2012

Whip It! part 2

            "Eh, iya ada apa?" tanya ku "eit, tunggu, kalau di tebak, kau pasti mau mengingatkanku untuk datang kembali besok dan pastinya meminta nomerku bukan?” lanjut ku. Jacob hanya diam “Jake... heloo” panggilku sambil menjentikan jari “hei!! Jangan bikin takut orang...” panggilku lagi lalu menampar pipinya
“oh yaa, maaf.. iya.. hehe, kok tau? Boleh ku minta?” jawabnya
“biasa.. standar cowo..” kataku lalu tertawa kecil “tentu. 4931614. Oh ya, kalau bisa jangan menelpon atau SMS diatas jam 11 yaa..” kata ku

Akhirnya jacob dan aku berpisah, Jacob mengantarku kepintu utama. setelah kami berpisah aku berlari dan baru menydari bahwa rumah besar itu hanya berjarak 2 blok dari rumah ku. pada saat aku memasuki rumah, aku terkejut, ada seseorang yang tidur di sofa ruang tamu ku, dengan cepat ku datangi orang itu dan membangunkannya. ternyata itu sahabat lamaku. rasa panik ku yang tadi mendadak tinggi sekarang mulai menurun,  
"hai sedang apa disini kamu?" tanya ku kepadanya
“ahh, haa!” jawabnya lalu melompat bak seorang ninja
“heh... “ kata ku “ngapain kamu disini?” lanjutku
“ohh, ehh, umm. Maaf.. ehh, sudah pulang? Dari mana? Dicariin dari tadi tidak ada, ditungguin tidak datang-datang jadi ketiduran deh” katanya
“hey.. jawab duluu. Ngapain kamu disini?” desakku “eit, tunggu! Kamu masuk lewat mana?” lanjutku
“ehh, ngapain yaa? Aku kangen ehehe. Aku masuk dari belakang, tadi gak dikunci, maaf” jawabnya
“ihhh, dari jam berapa? Gak pulang emangnya? Udah malem lohh” kata ku
“ehh, jambrapa yaaa? Kira-kira jam 4an. Engga ahh, aku mau nginep disini... boleh ga?” tanyanya
“hahah salah sendiri kenapa main dateng aja gak bilang atau telpon dulu” kata ku “bolehboleh, tuh kamarnya diatas deket tangga” lanjutku sambil nunjuk kamar tamu
“yeayy!! Thanks” jawabnya bahagia lalu berjalan kebelakang sofa mengambil kopernya dan berlari ke kamar tamu
“dork!” kataku pelan lalu berjalan dibelakangnya

Pagi hari pun datang, aku mendengar ada sebuah kebisingan di kamar sebelah yang berarti kamar tamu, dengan sangat malas aku membuka mataku dan berjalan menuju kamar itu. Pintunya terbuka, dan sesuatu mencuat keluar kamar. ketika ku sampai di depan pintu mataku yang masih lemas terbelak kaget, sahabatku TIDUR DILANTAI dan... kamar ini super berantakan, bantal dan guling berjatuhan di lantai, seprai terbuka, TV dinyalakan tanpa suara dan lain sebagainya “hell, ini anak ngapain? Kesurupan kalii... tidurnya kaya orang bergulat-_-” kata ku dalam hati lalu menutup pintunya. Mood tidurku hilang karena suasana kamar itu, aku pun turun tangga dan menuju dapur lalu meminum susu lansung dari kartonnya sambil duduk di counter tengah dapur.

Hari ini hari ku sangat kosong, schedule ku hanya pergi kerumah Jacob jam 3 nanti sore di rumah besar kemarin. Lalu aku pun berpikir, mungkin aku bisa membawa sahabat gila ku ini jalan-jalan, nanti sehabis jalan-jalan dia akan ku bawa ke rumah besar kemarin dan memperkenalkannya ke jacob dan anggota club lainnya. konsentrasi ku tibatiba terbuyar ketika bel pintu rumah ku berbunyi, sesegera mungkin aku berlari kedepan dan mengintip siapa yang datang dari lubang intip, ternyata itu guru matematika ku dan ia membawa tas pelajaran, setelah yakin aku pun langsung membuka pintunya dan mempersilahkanya masuk
“umm, Ms. Tahnee, ada apa? Hari ini kan libur, kalaupun ada tambahan, tidak ada pelajaran matematika” kata ku
“tadi temanmu menelpon katanya minta pelajaran tambahan, dia mau menanyakan sesuatu” jawabnya
“teman saya? Kapan? Maaf kalau dia mengganggu hari libur anda” kataku meminta maaf “bentar ya, saya panggilkan dia” lanjutku
“tak apa, sudah biasa saya ada siswa yang tibatiba menelpon” jawabnya lembut

Aku pun berlari menaiki tangga dan segera membuka pintu kamarnya. Rencananya ingin membangunkannya, tetapi malah melihatnya tanpa pakaian, untung saja hanya sebagian bagian belakangnya saja
“haaa!! Kenapa kau tidak pakai bajuu?” kataku panik sambil menbanting pintu
“aku abis mandii... baru aja keluar, tibatiba kamu buka pintunyaa” jawabnya ikut panik “ada apaa?” lanjutnya
“guru ku sudah datang tuh” kataku sedikit ditenangkan nadanya
“ohh, okayy. Kita turun bareng yaa, tungguin aku” katanya
Tak lama kemudian ia keluar dengan kaos dan celana ¾ khaki sambil membawa kertaskertas dan alat tulis.
“hei, apa saja yang tadi kau lihat?” katanya pelan sambil menarik lengan kanan ku
“your caboose” jawabku berbisik
“okay mari turun” jawabnya lalu tersenyum, dan aku memampangan wajah bingung

No comments:

Post a Comment