“hey” sapa remaja itu, lalu mengedipkan matanya
“halo” balasku lalu tersenyum
“aku Jason, kau siapa namanya?” tanyanya lalu mengulurkan tangannya
“Sherline, nice to meet you” balasku lalu menjabat tangannya
“Hai, Jason, Aku Jacob. Apa yang sedang kau lakukan disini? Ini private property” kata Jacob memberi tahu
“well, Jacob, aku kesini untuk menjemput Sherline, soo, ayo Sher. Let’s go now already” ajak Jason sambil menawarkan bantuan, aku pun menjawab uluran tangan itu lalu berdiri.
“wait, siapa pun kau Jason, aku harus berbicara sebentar kepada Sher” kata Randall lalu menarik ku menjauh dari semua orang “Sher, kau akan pergi bersama seorang stranger, kau tidak tahu siapa dia, aku tidak mau kau kenapakenapa, jadi maaf kan aku bila aku terlalu overprotective” kata randal pelan dikuping ku
“Randall, I’m gonna be just fine... kamu tidak usah khawatir” kataku kaku mencium pipinya dan berjalan menjauh
“tunggu” kata Randall sambil menarik ku dan memeluk ku erat “hatihati ya, orang tua mu lagi jauh soalnya” lanjutnya
“come on, rand. I’m 18, im just gonna be fine..” jawab ku
“okay, i believe you” kata Randall ”go! Have fun” lanjutnya
Kami berdua pun keluar, Randall kembali ke kursinya dan aku berjalan ke arah Jason
“ready?” tanya Jason, aku mengangguk “okay than, let’s go” lanjut Jason
Aku pun berpamitan kepada semua yang hadir dalam makan malam bersama ini, termasuk Jacob dan Randall. Setelah selesai, kami pun keluar ruangan menuju pintu utama. Di depan pintu utama telah berdiri 2 orang pria besar tadi, tetapi sekarang mereka melepas kacamata hitam mereka, dan mereka ternyata ramah, mereka tersenyum dan menyapa ku
“halo, kau pasti Sherline” kata salah satu si pria besar
“iya, betul, haha” jawabku
“ Sher, kenalkan ini 2 bodyguard ku. Ini Jack dan yang ini Roger. Jack, Roger, seperti yang kalian tahu, ini sherline” jelas Jason
“senang berkenalan dengan mu“ kata pria yang satunya
Jason pun mengisyaratkan para bodyguardnya untuk pergi.
“Jason, kau ini siapa? Apakah kita saling kenal?” tanya ku bingung
“kita bertemu didepan walmart” jawab Jason
“than what?” tanya ku “kalau kita sudah pernah bertemu mengapa kita tak saling kenal?” lanjutku
“karena kita tidak kenalan, kita berpapasan dan tidak sengaja aku menjegal mu dan menumpahkan morning coffee mu, aku meminta maaf dan membelikanmu coffee yang baru” jelas Jason
“tetap tidak ingat, wait, tunggu, coffee? aku ingat. Bagaimana kau menemukanku? Aku tidak memberikanmu nama atau contact number” jawab ku
“face-recognition” jawabnya
“hah? Buat apa? Sampai segitunya, nge-fans? Haha” jawabku meledek
“bukan nge-fans., aku merasa pernah melihat mu from somewhere” kata Jason “apakah kau pernah main film?” lanjutnya
“ya, sekali, ‘Rise Above’ dan aku hanya pemain figuran” jawab ku
“filmnya yang ada adegan di depan royal dinner dan tentang hari kiamat bukan?” tanya Jason memastikan
“ya” jawabku
“aku mengingat mu. Ayo, mari pergi” ajak Jason
“kemana?” tanyaku
“terserah, Mall?” tanya Jason
“okay, Mall” jawab ku
“berangkat sekarang?” tanya Jason
“tentu” jawabku
Kami pun berjalan kearah mobil Jason, begitu ku lihat mobilnya, otakku lansung berkata “wow, mengapa cowo ganteng mobilnya selalu kerenkeren”
“ferrari type apa?” tanya ku “ini punya mu atau nyewa? haha” lanjutku bercanda
“456 italia” jawab Jason “punyaku lah... masa sih aku nyewa-_-” jawabnya
“wow, kok keren?” kataku polos
“lah? Jason yang punya keren dong, ayo masuk” kata Jason sambil membukakan pintu untuk ku, aku masuk lalu ia menutup pintunya. Jason pum masuk melalui pintu satunya. Setelah semua siap, jason pun tancap gas dan mobil meraung sambil berjalan cepat
“umm, Jason, mana bodyguard mu?” tanya ku
“pulang, aku menyuruhnya” jawab Jason
“do you mind? Kau umur berapa?” tanya ku
“not at all, aku 20 tahun” jawab Jason “kamu?” tanyanya
“18 tahun” jawabku santai
“masih kecil” ejek Jason
“sialan!” kataku dan memukulnya, Jason tertawa
Setelah 30 menit berlalu, akhirnya kami sampai di mall terbesar di Los Angeles ‘The Beverly Center’ kami mengambil karcis dan langsung menuju basement untuk mencari parkir. Dengan cepat kami mendapatkan space parking.
“ayo turun. Kok bengong?” kata Jason
“gak mau ah, malu, bajunya jelek” jawabku
“yahh, ya udah tunggu, akan kubelikan baju dan sebagainya, okay?” kata Jason
“gak usah deh, aku turun kaya gini aja” kataku lagi
“ya udah akunya juga jadi malu jalan sama orang yang terlihat tidak pede dan terlihat malu” jawab Jason
“ya sudah sana beli” kata ku
Jason menutup pintu dan mulai berlari masuk kedalam. 10 menit, jason belum kembali, 15 menit, 20 menit, dan akhirnya 30 menit jason kembali bersama seorang pegawai toko. Jason membawa 4 paperbag besar dari gucci dan prada, sementara si pegawai membawa 2 paperbag guess, jason membuka putu dan memasukan barang belanjaan ke kursi belakang lalu duduk di kursi pengemudi.
No comments:
Post a Comment