Sahabatku turun terlebih dahulu dan aku mengikuti dibelakangnya. Ternyata tujuan sahabatku baik, ia menajak ku untuk belajar bersama, dan untuk balasannya aku akan membawanya ke club dan memperkenalkannya kepada Jacob dan kawan-kawanya. Hari ini berasa sangat tidak normal, waktu menjelang sore terasa berjalan sangat lama. Sambil menunggu hari menjadi sore, kami berbincang-bincang mengenai berita dan pengalaman yang terlewat sejak aku pindah kesini. Ternyata banyak sekali perubahan yang terlewatkan, salah satunya, banyak teman lama yang berpisah saat lulus SMP, ada yang pindah keluar kota, luar negri, dan ada juga yang tetap tinggal. Menurut sahabatku sejak kepindahanku, sahabatku merasa kurang lengkap, lalu dalam hati kuberkata “well, if he still can make it. It means there’s nothing wrong with it”.
“it’s been 2 years. I miss you” kata sahabat ku tibatiba
“hahah, iya tak terasa” jawab ku lalu tersenyum “oh ya, hey, nanti Aku akan mengajak mu bertemu dengan temanteman baru ku” lanjutku dan ia mengangguk
Hari menjelang sore, kami pun kembali ke kamar masingmasing untuk bersiapsiap pergi ke club. Kami berdua sangat bersemangat untuk pergi. 1 jam tak terasa telah berlalu, kami pun segera berangkat, karena sangat dekat kami pun berjalan kaki. Selama diperjalanan kami bercanda ria, lomba lari, dll. Dan BOOM!! Deja vu, sahabat ku bereaksi sama dengan ku kemarin ketika melihat rumah besar itu. Sahabat ku tak sabar untuk berkenalan dengan anggota club. Kami pun segera membuka pintu besar itu dan memasukinya lalu berjalan kearah tangga, Jacob sudah siap untuk menyambutku, tetapi ketika melihat ada seseorang disebelahku mukanya langsung berubah menjadi datar
”umm, kau membawa tamu. Siapa dia?” kata Jacob sinis
“oh ya, ini sahabatku. Randall, Jacob, Jacob Randall” kata ku
“hai, Randall, Randall Pitterson” sapa Randall sambil mengulurkan tangan
“jacob” jawab jacob lalu pergi
“ada apa dengannya?” tanya Randall bingung
“he didn’t like boy newbie” jawab ku “tenang saja, pertamanya saja dia sinis, dia baik kok” bujuk ku
“okay, aku pegang omonganmu” kata Randall
“ayo sini, aku kenalkan ke anggota club” ajak ku
Kami pun berkeliling berkenalan dengan semua anggota yang hadir. Di saat akhir perkenalan kami bertemu dengan Jacob lagi.
“Randall bukan?” tanya Jacob
“ya, kamu jacob” jawab Randall sambil tersenyum
“mau ku ajak tour? Oh, Sher, kau tak perlu ikut kalau tak mau” kata Jacob
“boleh” jawab Randall, aku pun mengangguk
“have fun” kata ku kepada Randall dan Jacob
1½ telah berlalu, Randall dan Jacob telah kembali dan mereka duduk tak jauh dari tempat ku sekarang, mereka sudah terlihat sangat akrab. Aku aku pun mengalihkan perhatian ku ke minuman yang ku pesan, tiba-tiba ada yang menutup mataku,
“hei!” kataku sambil membuka menarik tangan si penutup mataku
“hahaha, just kidding” kata Randall
“Randall!!” kataku sedikit menggeram
“hey, Sher, ayo kita keruang makan, saatnya makan malam” ajak Jacob
“ayo!” kata Randall. Aku pun berdiri dan Randall merangkul ku
Kami berjalan turun tangga dan menuju ke sebuah ruangan besar dengan meja makan dan kursi-kursi, ruangan ini sudah sedikit ramai. Dari ujung pintu aku sudah bisa mencium bau makanan yang sangat lezat, dan sudah dipastikan ini adalah ruang makan.
“ayo, silahkan duduk” ajak Randall
“silahkan” kata randall sambil menarik kursi untuk ku, lalu ia duduk disebelah kiriku
“Jacob, kau duduk mana?” tanya ku
“disini” katanya lalu duduk di sebelah kiriku
“umm, Jacob, apakah malam ini ada acara special?” tanya ku pada Jacob
“aku belum meberitahumu ya?” tanyanya, aku menggeleng “hari ini, salah satu anggota kami, Lady akan berulangtahun ke 16” jawab Jacob
Tak lama setelah penjelasan itu ada seorang gadis berbadan lancir masuk ke ruang makan, semua kursi sudah diduduki dan tersisa satu kursi di ujung meja, gadis itu pun berjalan kearahnya
“hey, Jacob, apakah itu Lady?” tanyaku
“ya, betul” jawab nya
“dia cantik” bisiku kepada Randall
Makanan pembuka langsung datang dan disajikan ketika semua kursi telah diduduki, para staf dapur satu-persatu menuangkan minuman di gelasgelas kami, setelah selesai menyajikan para staf dapur kembali ke pantry. Jacob pun berdiri dan memimpin doa, selesai berdoa, kami semua lahap memakan makanan pembuka kami. 15 menit berlalu, staf dapur keluar lagi, membersihkan meja, mengangkat piring dan gelas kotor kami dan digantikan dengan piring berisi makanan utama dan gelas dan botol air mineral. Setelah 30 menit dihabiskan untuk makan makanan utama, 3 orang staf dapur keluar mengangkat piring-piring kotor kami dan segera kembali ke pantry, setelah 3 orang itu masuk keluarlah semua staf dapur dalam bentuk formasi sambil membawa cake tart besar dan menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’. Cake itu diletakan tepat didepan Lady, Jacob pun berjalan kearah Lady untuk membantunya memotong cake besar itu. Setelah cake dipotong slice per slice, cake itu dibagikan kepada semua yang hadir.
“hey, rand, sadar gak mukanya Jacob sama Lady nadanadanya sama” kata ku polos
“Lady itu adeknya Jacob, Sher” jawab Randall memberi tahu
“ohh, baru tau aku” jawab ku lebih polos
Tibatiba, pintu ruang makan dibuka dengan cepat sampai menabrak ke dinding sangat kencang, dan suara itu membuat satu ruangan terdiam menatap kearah pintu, orang itu benarbenar tahu cara mendapatkan perhatian. Di pintu itu berdiri 2 orang pria besar berpakaian hitamhitam, kacamata hitam, dan walkie-talkie terpasang di kuping kiri mereka, ditengah tengah ada seorang remaja pria berpostur tubuh perfectly shape, tidak terlalu besar dan tidak terlalu berotot. Pria itu berjalan masuk keruang makan dengan pelan mendekatiku, tanpa disadari 2 orang pria besar itu telah hilang, pergi entah kemana.
No comments:
Post a Comment